Teknologi Hebat Takut untuk Membuat Hoax

Deepfake: Teknologi Hebat Takut untuk Membuat Hoax!

Beberapa pakar mengingatkan jika teknologi program deepfakes hebat akan mempunyai potensi munculkan kerusuhan besar dengan membuat hoax.

Bahkan juga perang antarnegara. Menantang materi semacam itu disebutkan tidak gampang diantaranya sebab tehnologi untuk mengetahui pemalsuan nampaknya ketinggalan ada di belakang dari pembikin program itu.

Teknologi Hebat Takut untuk Membuat Hoax

Deepfake adalah kepandaian bikinan atau Artificial Intelligence (AI) yang dapat membuat video atau audio palsu memakai rujukan material yang telah ada.

Baca Juga: Type Domain Web Perlu Kamu Tahu

Tehnik ini dapat tempatkan dan menyatukan gambar dan video yang ada ke sumber video atau gambar memakai deep learning yang dikenali selaku jaringan perseteruan generatif. Arti ini mulai ada semenjak tahun 2017.

Sebab kekuatan ini, deepfake sudah dipakai untuk bikin video porno selebriti palsu. Deepfake dapat dipakai untuk bikin informasi palsu dan tipuan jahat.

Riset peraturan tehnologi UE di Pusat Pengembangan Data Eline Chivot mengingatkan investasi dan riset lebih ditujukan pada peningkatan alat pemroduksi deepfake dibanding diagnosis deepfake tersebut. Hasilnya, menurutnya ialah ketidaksesuaian dan minimnya alat yang dibutuhkan untuk menangani permasalahan secara efektif, dengan tehnologi yang berkembang cepat dan jadi lebih ada untuk bermacam artis yang lebih luas.

Ia memperlihatkan jika pantauan manusia bukan jalan keluar yang ideal untuk hentikan penebaran deepfake.

Saat mereka jadi lebih baik, jadi lebih susah untuk mengenali apa suatu hal itu riil atau mungkin tidak. Anda bisa lakukan beberapa riset statistik, tapi perlu waktu, misalkan, kemungkinan perlu 24 jam saat sebelum orang mengetahui jika video itu palsu, dan saat itu, video itu telah jadi trending,” ucapnya.

Ia menulis jika seluruh negara harus menyiapkan undang-undang untuk mengendalikan pemakaian deepfake dan itu memerlukan pengetahuan yang semakin besar oleh pembikin peraturan. Ia memperjelas jika peraturan yang mempunyai tujuan untuk menarik semakin banyak investasi harus diutamakan, sebab ini bisa menolong meningkatkan tehnologi baru.

Dengan periset kampus, inovator, periset, pemula, dan lain-lain. Untuk membuat diagnosis kecurangan yang lebih bagus dan pastikan mekanisme ini terpadu ke dalam basis online,” ucapnya.

Waspada Dengan Teknologi Deepfake

Sikapnya dikuatkan oleh pebisnis tehnologi Fernando Bruccoleri, yang merekomendasikan jika walau orang selanjutnya akan bertanggungjawab untuk tentukan apa yang riil dan apa yang tidak, basis tehnologi harus membuat gampang untuk mereka. Ia menunjuk ide deepfake dengan menjelaskan jika “kita akan mempunyai permasalahan dalam membandingkan kebenaran, sebab baik video asli atau palsu tidak penuhi persyaratan untuk jadi selaku bukti. Ia sepakat jika kita butuh waktu untuk terima perombakan hukum yang dibutuhkan untuk menyikapi rintangan deepfake.”

Di saat yang serupa, CEO perusahaan klarifikasi video Amber, Shamir Allibhai, yang perusahaannya mengutamakan diri dalam mengetahui palsu, memperjelas jika mengendalikan pembuatan deepfake ialah pekerjaan yang tidak mungkin. Ia menjelaskan jika makin lebih gampang untuk tangani distribusi materi seperti itu secara sama dengan alat menantang apa yang disebutkan pornografi.

Secara prospektif, saya berpikir ada beberapa undang-undang yang telah bicara mengenai content dan kekuatan media sosial untuk mempunyai pemantauan atas mereka, itu kemungkinan salah satunya langkah untuk lakukan ini “, ucapnya.

Walau ia memperlihatkan jika deepfake bisa dipakai untuk maksud yang bagus, seperti membuat film dengan bintang film yang telah wafat, ia mengaku jika tehnologi itu bisa digunakan untuk memacu kerusuhan politik. Ia menulis jika video palsu, dan informasi palsu, bisa dipakai untuk betul-betul menarik warga dan kenyataannya saat ini banyak content seperti itu yang digunakan.

Tujuan saya, rintangannya ialah di mana kebebasan bicara usai dan di mana mengendalikan ini content dimulai; Saya berpikir ini garis yang paling peka dan susah, , ia mengingatkan.

Jaman makin hebat, begitupun dengan perubahan tehnologi yang demikian cepat. Karena sangat hebatnya, sekarang segala hal seakan gampang untuk diakali. Bahkan juga, lama-lama kita makin kesusahan membandingkan dengan Teknologi Hebat Membuat Hoax dan mana bukti.

Ketahui Dengan Tehnologi Yang Membuat Hoax, Deepfake

Tahukah kamu, ada tehnologi baru namanya deepfake? Teknologi hebat berdasar kepandaian bikinan ini sering digunakan untuk membuat hoax. Silahkan ketahui deepfake lebih dalam supaya kita tidak tertipu!

  1. Mengenali lebih dekat sekitar deepfake

Deepfake pertamanya kali dicetuskan di tahun 2017. Ini adalah tehnik eksperimen atau sintetis citra manusia memakai tehnologi kepandaian bikinan. Deepfake dikerjakan dengan menyatukan video atau gambar orisinal dengan video atau gambar yang pengin diakali.

Karena kekuatannya ini, deepfake kerap digunakan untuk tindak kejahatan seperti membuat video porno selebriti atau figur khalayak, revenge porn, informasi palsu atau dipakai untuk tipuan jahat.

  1. Selebriti dan public figure jadi korban deepfake

Cukup banyak selebriti atau figur khalayak sebagai korban deepfake. Salah satunya ialah Daisy Ridley dan Gal Gadot. Korban yang lain ialah Emma Watson, Katy Perry, Taylor Swift sampai Scarlett Johansson. Beberapa selebriti wanita biasanya jadi sasaran deepfake yang terkait dengan pornografi.

Sudah pasti episode-adegan di deepfake itu tidak riil dan selekasnya dibantah oleh beberapa selebriti itu. Scarlett Johansson menjelaskan jika dianya dan public figure yang lain sudah mempunyai nama besar akan diproteksi oleh kepopuleran mereka, hingga khalayak tidak demikian saja yakin. Tapi, deepfake akan mencelakakan untuk wanita yang kurang populer dan dapat menghancurkan popularitasnya dalam waktu cepat mata.

  1. Beberapa politikus bisa juga jadi korban

Korban deepfake bukan hanya tiba dari kelompok selebritas, tapi juga dari kelompok politikus! Misalkan, muka Presiden Argentina, Mauricio Macri yang ditukar dengan muka Adolf Hitler. Atau muka Angela Merkel yang ditukar dengan Donald Trump. Jika susah untuk memikirkan bagaimana deepfake bekerja, cukup pikirkan 2 orang yang mukanya ditukar dengan face-swap, tetapi dengan hasil lebih lembut.

Beberapa politikus ini photo dan videonya diedit demikian rupa dengan bermacam argumen. Kecuali selaku wujud olokan, olok-olok atau ejekan, deepfake digunakan selaku wujud protes. Ketua Komite Intelijen Rumah Amerika Serikat menyebutkan deepfake selaku “…informasi palsu murah yang paling gampang dibikin.”

  1. Piranti apa yang dipakai untuk mengubah?

Ingin tahu, software apa yang digunakan untuk bikin deepfake? Mundur ke tahun 2018 lalu, program FakeApp dikeluarkan. Dengan program ini, pemakai dapat mengubah dan mengganti muka antar orang dengan output berbentuk video.

Program ini memakai algoritme dan tehnologi spesial. Program yang lain sama ialah DeepFaceLab, FaceSwap dan myFakeApp. FakeApp, misalkan dapat membuat rekonstruksi muka yang tepat dan mengaplikasikannya dalam gambar atau video bergerak.

  1. Apa dampak deepfake untuk korban?

Apa dampak deepfake pada korban? Pertama, kecurangan gambar dan video memakai kepandaian bikinan dapat beresiko. Seperti pornografi deepfake yang mempunyai tujuan untuk membuat malu sasarannya. Disamping itu, deepfake dipakai untuk tipuan tertarget dan balas sakit hati (revenge porn).

Deepfake bisa juga memberikan ancaman rekam jejak, citra dan integritas seorang. Apa lagi bila deepfake yang dibuat nampak real dan serupa dengan aslinya. Deepfake yang sudah terburu menyebar dapat memberikan ancaman posisi dan pekerjaan seorang.

  1. Apa deepfake dapat diolah hukum?

Sebab punyai dampak bikin rugi, apa deepfake dapat ditindak hukum? Negara sisi AS, Virginia, ialah tempat pertama yang larang pornografi berbasiskan deepfake. Virginia secara sah memperlebar larangan pornografi non-konsensual, terhitung deepfake yang disebut hasil olah imaji melalui tehnologi computer.

Semenjak tahun 2014, Virginia sudah larang penebaran gambar telanjang atau video dengan arah memaksakan, berbuat tidak etis atau mengancam seseorang. Ini menyalahi ketentuan pelanggaran enteng kelas 1 yang dapat dijatuhkan hukuman penjara sampai 12 bulan dan denda sampai US$2.500 (atau seputar Rp35 juta), keras situs The Verge.

  1. Ini langkah kita untuk menantang deepfake!

Pada dasarnya, menantang kejahatan deepfake tidak berbeda jauh dengan menantang hoax dan informasi palsu. Pertama, tidak boleh gampang yakin dengan info yang tersebar. Selalu yakinkan kebenarannya berkali-kali dari bermacam sumber paling dipercaya.

Disamping itu, tidak boleh gampang untuk menebarkan suatu hal yang kita belum kenali kebenarannya. Sebab ini nanti dapat mencelakakan diri kita dan seseorang. Jika sanggup, kerjakan edukasi berkaitan deepfake pada keluarga atau orang paling dekat.

Nah, itu kelompok bukti berkenaan tehnologi deepfake yang lagi banyak tersebar. Mudah-mudahan info ini berguna, ya!